Jam Doa Permata GBKP ( Pemilu Pilpres )


Bahan Bimbingen PA Permata
24 Maret 2019-30 Maret 2019

Persiapan Ibadah : 
  1. Menentukan yang bertugas ( Pemimpin Jam Doa, Pembaca Renungan, Pendoa, Pemusik, lagu pengiring persembahan dan lainnya) sebelum ibadah dimulai.
  2. Petugas berlatih lagu dan pembacaan renungan.
  3. Seluruh jemaat wajib menjaga kekudusan berlangsungnya Jam Doa
Panggilan Beribadah : 
P : Bertemu di dalam persekutuan bersama Tuhan untuk berdoa bagi Negara kita Indonesia yang akan melaksanakan Pemilihan Umum. Tuhan mengaruniakan Indonesia bagi kita sebagai rumah yang penghuninya begitu beragam. Kita dipanggil untuk berdoa bersama untuk kondisi Indonesia yang semakin baik dan kedamaian terkhusus pada saat pemilihan umum. Allah sumber segala kehidupan patut mendapat pujian yang terbaik. Nyanyian dan pujian bagi Allah.

Bernyanyi : Nyanyian Pujian bagiMu Tuhan ( I Sing Praises to Your Name) 
Nyanyian Pujian bagiMu Tuhan 
Pujian bagiMu Tuhan 
NamaMu besar dan layak dipuji 
Nyanyian Pujian bagiMu Tuhan 
Pujian bagiMu Tuhan 
NamaMu besar dan layak dipuji

Doa Penyembahan dan Pujian atas keagungan Allah

Syukur atas Indonesia 
P : Naikkanlah syukur pada Tuhan atas Indonesia. Syukur untuk tanah yang subur, syukur untuk sumber daya yang melimpah, syukur untuk betapa beragamnya budaya juga atas kebebasan berserikat dan berpendapat. Tuhan memberikan itu bagi kita untuk dinikmati dengan rasa tanggung jawab.

Bernyanyi : Betapa kita tidak bersyukur 
Ayat 1 :
Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dansubur; lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.
Reff: 
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa.
Ayat 2 :
Alangkah indah pagi merekah bermandi cah'ya surya nan cerah, ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri. Reff
Ayat 3 :
Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang; indah jelita, damai dan teduh, persada kita jaya dan teguh. Reff

Berdoa ( Bersyukur atas Indonesia ) 

Perenungan : Keinginan untuk berkuasa dapat menghalalkan segala cara 
P : Sebuah kehormatan dapat menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin berarti seorang yang memiliki kuasa. Ini menjadi menarik bagi manusia untuk dapat menguasai sekelompok kecil atau bahkan sekelompok besar orang-orang. Semakin menarik ketika kuasa tersebut ternyata ada untuk bangsa yang besar. Bangsa yang tergabung dari banyak bangsa. Bangsa yang memiliki sumber daya yang sangat melimpah. Namun, keinginan untuk berkuasa yang tidak dibarengi dengan ketaatan terhadap firman Tuhan akan membuat manusia menutup mata bagi sebuah persaingan sehat. Apa saja dilakukan untuk mendapatkan kekuasaan tersebut. Melakukan pemberitaan palsu, playing victim, politik uang, politik transaksional dan kejahatan-kejahatan lain yang membuat semakin dekat dengan kekuasaan itu. Dosa menjadi bagiannya, dan pada waktu kekuasaan itu tiba padanya maka kejahatan-kejahatan masih berlanjut.

Bernyanyi: "Kembali Pada-Mu" 
Lelah meniti kepuasan diri Tiada terasa ku telah pergi
Meninggalkan Engkau sendiri Tak peduli lagi
Aku seperti bunga yang kering
Yang berguguran diterpa angin
Sejuta hasrat tuk kembali
Tinggalkan kesombongan diri
Chorus: 
Tuhan, ampunilah aku yang meninggalkanMu
Setelah apa yang Engkau berikan padaku
Kini kukembali, kembali padaMu yang sejati
Menyerahkan seluruh hidupku

Berdoa ( Pengakuan atas kelemahan manusia) 

Perenungan II: Banyak yang dipanggil sedikit yang terpilih 
P: Hanya ada satu peraih tropi utama dalam sebuah pertandingan. Tidak mungkin seluruh peserta mendapatkannya. Kegagalan meraih tropi bukanlah hal yang memalukan. Yang memalukan adalah tidak mampu bertanding dengan jujur, melakukan penyelewengan dan lainnya. Kita tahu bahwa ada banyak yang dipanggil namun sedikit yang terpilih. Yang terpilih adalah yang diberi tugas lebih oleh karena terlebih dahulu Tuhan perlengkapi. Apakah yang lain, yang tidak terpilih menjadi tidak berguna? Tentu, tidak! Kita memiliki bagian masing-masing. Bagian yang harus kita kerjakan dan mendukung yang terpilih.

Bernyanyi : "Ku di tanganMu" 
ku di tanganMU, ku di hatiMU,
di pikiranMU, di rencanaMU, takpernah ku sendiri.

ku di tanganMU, ku di hatiMU,
di pikiranMU, di rencanaMU, tak pernah ditinggalkan.

Berdoa (Kehendak Allah dalam hidup manusia) 

Perenungan III: Dipilih untuk mengerjakan misi Allah
Bacaan : Yeremia 1 : 9 - 10 "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku kedalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

P : Memahami bahwa Allah berkuasa penuh dalam hidup manusia berarti berserah kepada rancangan Tuhan. Jangan sampai keinginan berkuasa justru menodai misi Allah yang akan dikerjakan. Allah memanggil anak-anakNya untuk menyatakan kerajaanNya di dunia. Untuk mendatangkan sukacita, menyembuhkan yang sakit dan terluka, menghadirkan kedamaian dan mewujudkan kesejahteraan. Kalau ada di antara kita, yang berkeinginan untuk menjadi wakil rakyat, pastikan misi Allah-lah yang akan kita kerjakan. Tidak menutup telinga atas seruan rakyat. Menerima tuntunan Roh Kudus. Bukan mengerjakan kepentingan kelompok atau bahkan diri sendiri. Memenuhi hak-hak dan kebutuhan dasar rakyat menjadi sebuah tanggungjawab. Memenangkan pertandingan memang sebuah kehormatan, namun berkenan bagi Tuhan adalah kemuliaan. Jadilah orang-orang yang dipilih untuk mengerjakan misi Allah.

Bernyanyi: "Kau telah memilihku" 
Kau telah memilihku
Sebelum dunia dibentuk
Betapa aku bersyukur pada-Mu
Ya Tuhan Allahku

Kau telah menunjukku
sebagai alat k'rajaan-Mu
Betapa aku bersyukur pada-Mu
Atas perbuatan-Mu

Jadikan aku bait suci-Mu
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku mezbah doa-Mu
Bagi keselamatan bangsaku

Berdoa ( Menjadi pemimpin yang mendengar panggilan Allah ) 

Komitmen: Damai Untuk Indonesia 
P : Sebuah kontes akan dilaksanakan dan akan ada yang keluar dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Bagi yang dipercayakan mengemban tugas negara, kita berdoa agar mampu mengerjakan dengan amanat. Dan yang tidak kalah pentingnya, biarlah damai tetap ada bagi Indonesia terkhusus untuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Kita mungkin banyak mendengar berita bohong, namun sikap bijak kita akan menolong. Kita berpartisipasi untuk membangun negeri dengan menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terprovokasi dan tetap menjujung tinggi nilai-nilai persatuan. Berdoalah bagi seluruh kontestan, bagi para pendukung mereka agar damai menjadi baian dari pesta rakyat ini.

Bernyanyi : Doa Kami 
Syukur untuk setiap rencana-Mu
Dan rancangan-Mu yang mulia
Dalam satu tubuh kami bersatu
Menjadi duta kerajaan-Mu

Kuucapkan berkat atas Indonesia
Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Bagi bangsa ini kami berdiri
Dan membawa doa kami kepada-Mu
Sesuatu yang besar pasti terjadi
Dan mengubahkan negeri kami
Hanya nama-Mu Tuhan ditinggikan
Atas seluruh bumi

Kami rindu melihat Indonesia
Pulih dari semua problema
Hidup dalam jalan
Kebenaran-Mu Pancarkan terang kemuliaan-Mu

Berdoa ( Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden ) 

Persembahan : 
 P : Dengan hati bersyukur oleh karena berkat Tuhan yang tercurah, menjadi bagian kita untuk mempersembahkan yang terbaik. "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Bernyanyi: Berdoa (Persembahan, Syafaat, Penutup dan Doa Bapa Kami)

Michael Andepa Pinem 
Ketua Umum PERMATA GBKP

Belum ada Komentar untuk "Jam Doa Permata GBKP ( Pemilu Pilpres )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel