Paskah - Kristus Pemenang Bahan PA Permata 21 - 27 April 2019


Paskah - Bahan PA Permata 21 - 27 April 2019

Nas : 1 Korintus 15:55-58

Tema : Kristus Pemenang

Agar PERMATA GBKP :
  1. Menjelaskan arti paskah dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nas
  2. Menunjukkan karakter hidup baru dalam Kristus dalam aksi nyata.
Metode : Diskusi

I. PENDAHULUAN 
Menang! Kata indah menjadi impian banyak manusia. Semua upaya manusia diarahkan untuk memperoleh kemenangan. Pujian dan penghormatan dari khalayak ramai menjadi daya tarik kuat mengapa manusia rela bersusah payah meraih kemenangan. Sebaliknya, masyarakat tidak memberi tempat terhadap orang yang kalah. Itu juga alasan mengapa manusia berambisi untuk menang. Padahal sebenarnya, semua manusia adalah manusia yang kalah. Manusia tidak mampu dan tidak sanggup mengalahkan kematian. Manusia paling kuat dan paling kaya tidak berdaya di depan kematian. Tidak seorang pun manusia sanggup menghadapi maut apalagi mengalahkannya. Maut menciptakan ketakutan terbesar dalam hidup manusia. Kematian adalah musuh terbesar manusia. Siapa sanggup mengalahkan maut? Ini pertanyaan manusia sepanjang abad.

II. ISI 
Rasul Paulus memproklamirkan 'maut telah ditelan dalam kemenangan' ( ay. 54 ). Siapa yang telah mengalahkan maut? Yesus Kristus! Kebangkitan Yesus dari kematian mengalahkan maut. Apa artinya maut telah kalah? Dosa manusia diampuni. Upah dosa adalah maut. Dosa menyebabkan hadirnya maut dalam hidup manusia. Manusia yang telah diampuni dosa-dosanya adalah manusia yang telah menang atas maut. Pengampunan dosa berarti maut dikalahkan. Tidak hanya itu, Paulus menambahkan bahwa kemenangan atas maut berarti juga kemenangan atas hukum Taurat. Paulus menyatakan kuasa dosa adalah hukum Taurat. Manusia tidak mampu dan tidak sanggup melakukan tuntutan hukum Taurat. Hukum Taurat malahan menyingkapkan dosa-dosa manusia di hadapan Allah. Kemenangan atas hukum Taurat berarti manusia telah mengalahkan kuasa dosa. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat ( Gal. 3:13 ). Sekarang manusia sanggup mengerjakan tuntutan hukum Taurat di dalam hidupnya. Ringkasnya, semua musuh-musuh manusia yakni dosa, hukum Taurat dan maut telah dikalahkan.

Bagaimana manusia mengalami kemenangan atas maut? Kemenangan atas maut adalah pemberian Allah ( ay. 57 ). Itu bukan hasil usaha atau pekerjaan manusia. Pemberian Allah kepada manusia yang percaya kepada Yesus Kristus. Melalui iman kepada Yesus, manusia menerima kemenangan atas maut. Kuasa kebangkitan Yesus menjadi bagian hidup manusia yang percaya kepada Yesus. Maut sudah hilang sengatnya. Kuasa dosa tidak lagi berlaku terhadap hidupnya. Kebangkitan Kristus menjadi bagian manusia yang percaya kepada Yesus. Itu semua pemberian Allah kepada manusia yang mau menerima dan percaya kepada Yesus Kristus. Tanpa iman pada Yesus, manusia tetap berada dalam cengkeraman maut.

III. APLIKASI 
Bagaimana respons manusia terhadap karya Allah yang demikian dahsyat? Tidak ada yang perlu dilakukan manusia untuk menambah atau menyempurnakan karya Allah itu. Respons satu-satunya yang patut dan layak dilakukan manusia hanyalah bersyukur kepada Allah ( ay. 57 ). Hidup yang bersyukur adalah hidup yang menyaksikan kemenangan atas dosa, hukum Taurat dan maut. Hidup yang berkemenangan adalah hidup yang dipenuhi rasa syukur kepada Allah. Bila musuh terbesar manusia sudah dikalahkan, mengapa persoalan hidup yang kecil-kecil menghambat PERMATA GBKP untuk bersyukur kepada Allah?

IV. DISKUSI
  1. Apa saja yang membuat PERMATA GBKP tidak mampu bersyukur kepada Allah?
  2. Bagaimana menjadi PERMATA GBKP yang giat daiam pekerjaan Tuhan?
V. USULAN LAGU
  1. Karya Terbesar Dalam Hidupku     
  2. Bangkit, Serukan Nama Yesus      
  3. Kumenang-Kumenang Bersama Yesus Tuhan


Pdt. Dr. Armand Barus



Belum ada Komentar untuk "Paskah - Kristus Pemenang Bahan PA Permata 21 - 27 April 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel