Konfesi GBKP: Etos Kerja - Kerja Keras, Kerja Cerdas ( Bahan PA Permata GBKP )


Bahan Bimbingan PA Permata GBKP 16 - 22 Juni 2019
"Konfesi GBKP: Etos Kerja"

Nas : Amsal 12:24-28
24. Kerja keras membuat orang berkuasa;
kemalasan memaksa orang menjadi hamba.
25. Rasa khawatir mematahkan semangat,
tetapi kata-kata ramah membesarkan hati.
26. Orang baik lebih beruntung dari tetangganya;
orang jahat sesat karena kejahatannya.
27. Dengan bermalas-malas takkan tercapai yang diidamkan;
dengan bekerja keras orang mendapat kekayaan.
28. Orang yang mengikuti jalan yang benar akan hidup bahagia;
orang yang mengikuti jalan yang jahat menuju kepada maut.
Tema : Kerja Keras, Kerja Cerdas

Agar PERMATA GBKP:
  1. Menjelaskan dan mengaplikasikan dalam hidup bahwa bekerja adalah ibadah kepada Tuhan
  2. Rajin bekerja sesuai dengan profesi yang sudah dipercayakan kepadanya

Metode: Talkshow ( hadirkan senioran PERMATA GBKP yang sudah sukses ) dan Sharing Pengalaman

I. PENDAHULUAN
Jika mendengar kata kerja, apakah yang terbesit dalam benak berpikir kita? Ada yang langsung berpikir lelah, tuntutan bahkan hukuman. Ada juga yang berpikir kesempatan, usaha dan tanggung jawab. Pemahaman kita mengenai kata kerja ternyata mempengaruhi kualitas pekerjaan. Jika orang bekerja dengan otot maka para kaum milenial sekarang lebih memilih bekerja dengan otak. Kitab amsal mengajuk kita untuk belajar bekerja keras dan bekerja cerdas

II. ISI 
Penulis Amsal jelas mengatakan bahwa: Kalau kita rajin, orang akan memberi kita kepercayaan ( ay. 24 ). Sebaliknya, orang malas tidak akan menangkap buruan alias tidak mendapatkan hasil, karena rezekinya diambil orang yang rajin ( ay. 27 ). Dan bekerja harus dengan benar agar mendapatkan hidup, kalau bekerja dalam "kegelapan" akan menuju maut! Etos adalah suatu karakteristik dari semangat satu atau sekelompok orang. Maka yang disebut etos adalah gabungan dari filosofi dasar, pemikiran, dan tindakan dari orang atau kelompok tersebut. Etos kerja adalah dasar pemikiran, semangat, cara kerja seseorang atau sekelompok orang di dalam ia bekerja.

Bekerja adalah Ibadah dari sejak di taman Eden, manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk bekerja. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu ( Kej. 2:15 ). Kerja bukanlah akibat dosa. Kerja adalah hakekat manusia, seturut rencana Allah ketika mencipta manusia. Tuhan mencipta manusia untuk bisa bekerja menggenapkan mandat yang la telah siapkan.

Tuhan ingin kita mengerjakan pekerjaan baik yang sudah Tuhan siapkan, bukan bekerja untuk mencari nafkah atau mengaktualisasi diri menurut kehendak kita sendiri. Maka, etos kerja yang benar hanya mungkin dimiliki dan dilakukan oleh orang percaya. Bekerja yang sejati adalah karena kita ingin menggenapi mandat atau kehendak Allah. Untuk tujuan inilah Allah menyelamatkan umat pilihan-Nya (Ef. 2:8-10).

Menurut Calvin, sumber segala dosa adalah perbuatan menyia-yiakan waktu. Bermalas-malas itu adalah dosa. Menyia-yiakan waktu berarti menghabiskan seluruh "waktu" tanpa bertanggung jawab pada keterpanggilan sebagai natur manusia, yaitu berkarya, memberikan arti bagi kehidupan itu sendiri.

Dalam bahasa agama, tiap orang mendapatkan kesempatan untuk "berkarya" dari Sang Pencipta. Dengan bekerja, segala pemberian Tuhan, karisma, kepintaran itu harus dioptimalkan dan dipergunakan dengan baik pada hal-hal yang baik. Jika tujuan "panggilan berkarya" disadari secara "kehendak Tuhan" maka kehidupan kita akan benar-benar berbuah. Karena hanya dari buahnya seseorang dinilai, dari hasil kerjanyalah seorang terlihat.

Pemikiran Max Weber berhasil mempertegas bahwa semangat protestanisme mempengaruhi dunia kerja global. Pemikiran Weber tentang pelbagai studi etos kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil Yang umum menghubungkan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan (faith) dan kemajuan ekonomi, kemakmuran, dan modernitas.

Etos Kristen mendorong semangat kerja yang unggul. Diekspresikan dari ketaatan pada hukum kasih. Bekerja sebagai anugerah yang harus dipertanggungjawabkan.


III. APLIKASI 
Seluruh aplikasi etos kerja Kristen dapat diringkas menjadi 4 prinsip penting: bekerja keras, kualitas maksimal, hemat, dan menjadi berkat. Bekerja bukanlah hukuman Allah bagi manusia tetapi hakekat manusia. Allah bekerja mulai dari penciptaan sampai saat ini. Untuk itu PERMATA GBKP harus bekerja keras dengan kecerdasan yang dikaruniakan Allah.

IV. DISKUSI 
  1. Jelaskan kerja bermakna religius: "kerja itu ibadah" (laborare orare)!
  2. Mengapa manusia dan kerja tidak dapat dipisahkan?
  3. Apa perbedaan bekerja untuk hidup dan hidup untuk bekerja.
(DISADUR DARI BEBERAPA ARTIKEL)

V. USULAN LAGU
  1. Kerja buat Tuhan selalu manise
  2. Jangan Lelah   
  3. Melayani lebih sungguh  

Pt. Ananta Purba

Belum ada Komentar untuk "Konfesi GBKP: Etos Kerja - Kerja Keras, Kerja Cerdas ( Bahan PA Permata GBKP )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel