Luka Batin dan Okultisme - Pastoral ( Bahan PA Permata 1 - 7 September 2019 )


Bahan Bimbingan PA Permata 1 - 7 September 2019
Pastoral

Nas : Markus 6 : 12-13
12. Maka kedua belas pengikut Yesus itu berangkat. Mereka pergi menyiarkan berita bahwa manusia harus bertobat dari dosa-dosanya.
13. Pengikut-pengikut Yesus itu mengusir banyak roh jahat, mengoleskan minyak zaitun pada orang sakit dan menyembuhkan mereka. 
Tema : Luka Batin dan Okultisme

Agar PERMATA GBKP :
  1. Mampu mengidentifikasi perbedaan luka batin dan okultisme 
  2. Menyelesaikan dan menyembuhkan luka batin dan keterikatan dengan okultisme
Metode: Diskusi dan Doa


I. PENDAHULUAN 
"Tak terlihat namun berdambak, tersembunyi namun mengikat, tenang namun menghanyutkan, terlihat damai namun membinasakan." Demikianlah ikatan luka batin dan okultisme dalam kehidupan manusia. Ikatan luka batin dan okultisme dapat mengikat siapa saja, tidak memandang status sosial, apakah pejabat, petani, pekerja kantoran. Juga tidak memandang usia, mulai dari janin yang ada dalam kandungan, anak bayi, remaja, dewasa bahkan lansia. Demikian juga okultisme juga mengikat orang-orang yang berpendidikan tinggi pendidikan dan bahkan "orang-orang Kristen" masih ada yang terlibat dengan okultisme. Tidak tertutup kemungkinan masih ada juga PERMATA GBKP yang terlibat Okultisme dan terikat luka batin. Kita bersyukur boleh belajar tentang luka batin dalam PA kita hari ini. Kita akan melihat bagaimana dampak dan proses pelepasan dari ikatan luka batin dan okultisme. PA kita hari ini akan tetap mengarahkan kita kepada kemulian Allah dan akan mengerucut pada perbandingan antara kuasa gelap dan Kuasa terang.

II. ISI 
Perikop Markus 6: 6-13 merupakan pengutusan yang pertama kepada Rasul-rasul, sebelum pengutusan berikutnya yang kita kenal dengan amanat agung. Sebelum Yesus mengutus murid-murid, Yesus terlebih dahulu memperlengkapi murid-murid dengan kuasa untuk mengatasi roh-roh jahat. Yesus inengutus murid-murid tidaklah sendiri-sendiri melainkan berdua-dua. Yesus tidak mengutus sendiri-sendiri, hal ini memang suatu hal yang penting dalam prinsip pelayanan. Dalam pelayanan pelepasan atau okultisme salah satu prinsip utama adalah pelayanan dengan team, bukan pelayanan yang dilakukan oleh seorang saja. Inti pelayanan yang harus dilakukan para murid adalah pemberitaan untuk bertobat, mengusir setan dan pelayanan kesembuhan.

Sekilas Tentang Luka Batin  
Luka batin mengacu pada keadaan jiwa seseorang yang tidak sehat, sehubungan dengan goresan atau penderitaan yang terjadi dalam hidupnya. Luka batin umumnya diakibatkan oleh peristiwa buruk, pengalaman-pengalaman yang menyakitkan serta menyakitkan yang akhirnya melukai perasaan atau batin. Pengalaman-pengalaman yang menyakitkan tersebut mengakibatkan trauma yang mendalam hingga akhirnya seseorang mengalami luka batin. Disebut sebagai beban emosi, pola-pola berfikir dan pengalaman masa lalu yang terus-menerus berlangsung dan menghantui seseorang setiap kali ia mengingatnya dan mempengaruhi sikap dan reaksi-reaksi seseorang dalam kehidupannya. Luka batin juga erat kaitannya dengan masa lalu seseorang.

Dalam Alkitab tidak ada kata "luka batin" yang digunakan namun ada beberapa kata yang mempunyai arti yang sama dengan luka batin: a. Penderitaan merobek jiwa ( Ams 27: 9b ) b. Remuk hati ( Yes. 61 : 1 ) c. Luka hati (Maz. 147 : 3). Istilah-istilah ini menggambarkan luka batin yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam Alkitab yang membekas dalam hati dan pikiran mereka. Peristiwa lain yang menggakibatkan luka batin sudah dimulai dari awal-awal kitab Kejadian, tepatnya kejadian Pasal 3 dimana keinginan manusia untuk menjadi sama dengan Allah Akhirnya membawa manusia jatuh kedalam dosa. Peristiwa itu membawa rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam sehingga mengakibatkan luka batin.

Dari peristiwa jatuhnya manusia ke dalam dosa ada beberapa akibat yang terjadi dan akibat ini juga berlaku hingga saat ini: a. Mencegah atau menghalangi seseorang menjadi manusia sebagaimana yang dikehendaki Allah. b. Mencegah manusia untuk melakukan kehendak Allah. c. Membelenggu seseorang untuk mengembangkan citra diri yang sehat. d. Membelenggu seseorang dengan keraguan, ketakutan, dan menyalahkan diri sendiri. Luka batin bukan hanya menjadikan menjadi seseorang yang menutup diri dari kehidupan dunia, tetapi menutup dirinya bagi orang lain dan bahkan sadar atau

tanpa disadari sering sekali luka batin mengakibatkan orang menutup diri terhadap kehadirat Allah. Contoh sederhana, seorang PERMATA GBKP yang mengalami luka batin dari Bapanya maka akan sulit untuk memahami apalagi menerima konsep Allah sebagai Bapa Yang Maha Baik.

Luka batin tidak terjadi begitu saja, tentu ada sebab terjadinya. Ada beberapa penyebab luka batin yang dialami oleh anak maupun orang dewasa. Pelecehan seksual terhadap anak, harapan orang tua terhadap anak yang terlalu tinggi, tekanan lingkunagn sosial, perceraian orang tua, kurang perhatian orang tua terhadap anak, kekerasan terhadap anak, putus cinta, perceraian, dikhianati pasangan hidup, pemerkosaan, kematian orang yang di cintai, kehamilan di luar rencana, keguguran, tersangkut masalah hukum, masalah ekonomi, kehilangan pekerjaan, kehamilan di luar pernikahan, trauma akibat kecelakaan, dll.

Seseorang dengan luka batin akan berdampak terhadap psikologis, fisiologis, sosiologis, dan teologis. Dampak psikologis pada umumnya mengakibatkan seseorang merasa rendah diri, merasa diri tidak berharga, takut, malu, memendam kebencian, kepahitan bahkan depresi. Dampak fisiologis adalah dampak luka batin yang mengganggu reaksi tubuh atau gangguan jiwa yang bereaksi secara badani. Biasanya dampak itu terlihat pada sakit kepala yang berkepanjangan, gatal-gatal, sakit pinggang, suka meludah sembarangan, ada gerak badan yang tidak lazim dan dilakukan berulang-ulang, menjadi latah yang tak terkendali, dll. Dampak sosiologis dari luka batin dapat terlihat dari kecenderungan orang-orang yang "anti sosial." Menarik diri dari keadaan sosial, menaruh curiga yang berlebihan dan menyembunyikan perasaan secara tidak normal. Dampak teologis adalah dimana seseorang cenderung menyalahkan Tuhan dan melihat bahwa Tuhan tidak adil. Penderita luka batin pada umumnya sulit membangun hidup spritual yang bertumbuh dan konsisten.

Setiap luka pasti memiliki obat dan penyembuhan, demikian juga halnya dengan luka batin. Ada beberapa terapi dalam penyembuhan luka batin misalnya: Inner Healing, Terapi Gestalt, Terapi Dinamik dan Pengampunan / mengampuni masa lalu. Dalam PA PERMATA GBKP alangkah baiknya dalam menyembuhkan luka batin kita mengembangkan konsep pengampunan atau mengampuni masa lalu. Penderita luka batin yang tidak dapat mengampuni apakah orang-orang yang menyebabkan dirinya mengalami luka batin, atau dirinya sendiri akan tetap tinggal dalam masa lalunya. Mengampuni bukan berarti menyangkal kemarahan dan menyembunyikannya. Mengampuni sesuatu yang realistis dan membutuhkan proses.

Doa, nyanyian, pujian, penyembahan, tangisan, ratapan merupakan ekspresi yag efektif untuk mencurahkan semuanya kepada Tuhan. Uraikan semua hal yang menyakitkan kepada Tuhan, bila ingat nama dan wajah orang-orang yang menyakiti Anda sebutkan semuanya kepada Tuhan. Mengampuni berarti membiarkannya terlepas dan membiarkannya pergi, itu semua dalam dilakukan kendali kesadar dalam pengampunan. Dalam pengampunan yang anda lupakan bukanlah kejadiannya atau peristiwanya melainkan kepahitannya. Dalam pengampuan ada pemulihan, dalam pengampunan ada kesembuhan, dalam pengampuan ada kemenangan dan dalam pengampunan ada kedamaian. Mulailah mengampuni, Roh Kudus akan menuntun anda dalam melaluinya.

Okultisme: Pengertian. Dampak dan Pelepasan,
Istilah Okultisme berasal dari bahasa Latin yang artinya "tersembunyi" atau "ditutupi." Kuasa yang bekerja melalui praktek atau cara-cara okultisme berasal dari Iblis dan bersifat jahat. Tetapi sebagian besar orang yang terjebak didalamnya tidak menyadari hal tersebut. Orang-orang yang terjebak dalam belenggu okultisme tersebut sebahagian besar pada awalnya merasa bangga atas pertolongan kuasa gelap sehingga akhirnya mereka sadar bahwa mereka terikat dengan kuasa tersebut keterikatan tersebut. Dikalangan pemuda, hal yang dapat menjadi pintu masuk okultisme dan jarang disadari adalah horoskop, kepahitan ( luka batin ), musik tertentu, simbol-simbol ( dalam kaos, tas, ikat pinggang, dll ) tertentu yang trend dikalangan anak muda, dll.
Adapun bentuk-bentuk okultisme dalam Alkitab antara lain:
  1. Penyembahan kepada patung-patung dan tugu-tugu berhala butan tangan manusia serta tiang-tiang berhala (Kel. 23:24, Mik.5:12-13; 2 Taw.33:7).
  2. Menaruh lambang berhala di ambang pintu masuk rumah (Yes.57:8)
  3. Mencari petunjuk kepada arwah atau kepada roh-roh peramal (Im.19:31;2 taw.33:6)
  4. Mempersembahkan anak laki-laki atau anak perempuan sebagai korban bakaran dalam api (U1.18:10; 2Taw.33:6).
  5. Menjadi petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantra (Ul. 18:10-11; Mi. 5:11; 2 taw.33:6) perilaku ini adalah prilaku yang mendahului dan membatasi kuasa Tuhan.
  6. Meminta petunjuk pada arwah orang mati (Ulangan 18:11).
  7. Menjadi Dukun (Yeh. 13:18) setiap dukun harus dilenyapkan ditengah-tengah bangsa Israel (U1.18:12).
  8. Mengikat tali-tali ajimat ( Yeh.13:18).
Tidak dapat dipungkiri bahwa keterikatan seseorang dengan okultisme sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan orang tersebut. Yang paling menonjol adalah dalam tingkah lalu seseorang yang terikat okultisme ( black magic ) pada umumnya dalam betindak melanggar norma-norma umum yang ada. Orang yang terikat okult akan menjadi bencana bagi dirinya sendiri dan orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. Klient yang terikat okultisme tidak akan bisa bertumbuh secara rohani dan dalam hidupnya tidak akan pernah merasa tenang. Dampak utama orang-orang yang terlibat dan terikat okultisme adalah tidak layak untuk memperoleh hidup kekal ( Gal. 5 : 20-21 ).

Seseorang yang terikat dengan kuasa okultisme harus dilepaskan. Setiap orang percaya punya kuasa dan otoritas dalam melakukan pelepasan. Untuk konseling terikat okult haruslah orang-orang yang sudah terlebih dahulu diperlengkapi dengan teori-teori konseling pastoral. Sebagai orang percaya kita diberi otoritas dan kuasa oleh Tuhan untuk melakukan banyak hal termasuk pelayanan pelepasan dan pengusiran setan. Pelayanan pelepasan bukan milik denominasi gereja tertentu melainkan semua orang percaya termasuk gereja suku. Markus 16: 17-18 "tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka: mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

Doa pelepasan adalah puncak dari segala persiapan, pada saat berdoa tidak harus selalu menumpangkan tangan. Dalam doa pelepasan seorang konselor / pendoa harus tetap buka mata. lsi doa pelepasan adalah mengakukan semua dosa okult, mohon pengampunan atas segala dosa yang berkaitan dengan okultisme dan menolak serta mematahkan segala intervensi pekerjaan iblis serta doa penyerahan hidup yang total kepada Yesus Kristus.

Setelah dilakukan doa pelepasan, harus ada aksi / tindakan dari seseorang yang sudah dilepaskan dari kuasa okultisme. Pelepasan seseorang dari ikatan kuasa gelap atau belenggu okultisme bukanlah tujuan akhir dari pelayanan pelepasan. Tujuan akhir pelayanan pelepasan adalah kemuliaan Tuhan, pelipatgandaan dan pertumbuhan Rohani. Untuk itu setelah pelepasan pembinaan rohani harus dilakukan sebagai tindak lanjut.

III. APLIKASI 
Iblis hanya datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan, tetapi Kristus datang untuk memberikan hidup, dan hidup dalam kelimpahan. Dalam kehidupan Permata selalu diperhadapkan dengan pilihan, khususya antara kuasa gelap dan kuasa terang. Kita diberi kebasan untuk memilih, dan setiap pilihan kita mempunyai akibat. Komitmen untuk menerima Tuhan Yesus Kristus menjadi Juru selamat satu-satunya akan membawa kedamain dan hidup akan menjadi lebih berarti.

IV. DISKUSI DAN DOA
  1. Setiap orang mempunyai pengalaman dan pengalaman itu turut membangun masa kini dan masa depan. Keadaan PERMATA GBKP sekarang bisa saja merupakan produk masa lalu. Apabila anda sedang megalami tekanan, sulit mengampuni, sulit bergaul, dll., kemungkinan ada luka batin yang harus diselesaikan. Coba sebutkan pengalaman-pengalaman yang mengakibatkan anda mengalami luka batin?
  2. Coba periksa hidup anda, apakah anda sulit untuk bertumbuh secara rohani? Apakah ada dosa yang selalu mengikat anda dan anda melakukan dosa itu berulang-ulang? Apakah yang dapat anda lakukan untuk menang dari kuasa kegelapan yang mengikat anda?
  3. Apakah perbedaan penderita luka batin dengan terikat okultisme? Jelaskanlah! Ceritakan juga pengalaman anda dalam membedakannya (jika ada).
  4. Berdoa bersama dipandu oleh Pendeta, Pt/Dk (pendamping PA) atau Moderator. 
V. USULAN LAGU
  1. KEE GBKP NO. 187 (Gegeh Kuasa Kesah Si Badia)
  2. Mengampuni Lebih Sungguh
  3. Jiwaku Terbuka UntukMu Tuhan
  4. Kumenang-Kumenang

Pdt. Desen laya. H. Surbakti

Belum ada Komentar untuk "Luka Batin dan Okultisme - Pastoral ( Bahan PA Permata 1 - 7 September 2019 )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel