Speak Up! - HUT Ke-71 Tahun Permata GBKP ( Bahan PA Permata 8 - 14 September 2019 )


Bahan Bimbingan PA Permata 8 - 14 September 2019
HUT Ke-71 Tahun Permata GBKP

Nas : Yeremia 20:7-13
Yeremia mengeluh kepada Tuhan
7. Tuhan, Engkau membujuk aku
dan aku telah terbujuk.
Engkau lebih kuat dari aku
dan telah menundukkan aku.
Aku diolok setiap orang,
dihina dari pagi sampai petang.
8. Setiap kali aku berbicara,
aku harus berteriak sekuat tenaga,
“Kekejaman! Bencana!”
Tuhan, aku diejek dan dihina setiap waktu,
karena menyampaikan pesan-Mu.
9. Tapi bila dalam hatiku aku berkata,
“Biarlah Tuhan kulupakan saja,
tak mau lagi aku berbicara atas nama-Nya,”
maka pesan-Mu bagaikan api
yang membara di hati sanubari.
Telah kucoba menahannya,
tapi ternyata aku tak kuasa.
10. Terdengar orang berbisik di mana-mana,
“Ketakutan merajalela!
Mari laporkan dia kepada yang berkuasa!”
Bahkan semua sahabat karibku
menantikan kejatuhanku.
Kata mereka, “Barangkali dengan bujukan,
ia dapat kita kalahkan,
supaya dapatlah kita
membalas dendam kepadanya.”
11. Tetapi Engkau, ya Tuhan, di pihakku;
Engkau sangat kuat lagi perkasa.
Mereka yang mengejar dan menindas aku
akan jatuh dan tak berdaya.
Mereka akan malu selamanya,
gagallah semua rencana mereka.
Kehinaan mereka itu
akan diingat selalu.
12. Tetapi, ya Tuhan Yang Mahakuasa,
dengan adil Kauuji manusia;
Kau tahu hati dan pikiran mereka.
Karena itu perkenankanlah aku
melihat Engkau membalas kejahatan musuh
sebab kepada-Mu kuserahkan perkaraku.
13. Menyanyilah bagi Tuhan dan pujilah Dia
sebab Ia melepaskan orang tertekan dari kuasa orang durhaka.
Tema : Speak up!

Agar PERMATA GBKP:
  1. Mampu menceritakan pengalaman Yeremia berdasarkan nas
  2. Mampu berbicara tentang kebenaran
Metode: Brain Storming 

I. PENDAHULUAN 
Mocking tampaknya bukan kata baru bagi kita. Barangkali kita terlibat atau turut dalam kegiatan tersebut. Mocking merupakan aktivitas yang mengejek-ejek, merendahkan, menghina orang lain, tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Lebih lanjut, mocking bias saja dilakukan setelah mengetahui kebenaran / fakta hidup seseorang, namun mengabaikannya demi kesenangan semata. Kata lain yang kerap dilekatkan dengan mocking adalah bullying, dalam bahasa Karo disebut `nokoh-nokohii. Mocking mewabah ke dalam semua golongan usia, jenis kelamin, dan profesi dalam masyarakat. Artinya, perilaku mocking nyata dalam seluruh lapisan, juga ada di segala tempat, termasuk dalam persekutuan orang Kristen.

II. ISI 
Sebagaimana diperlihatkan di atas bahwa mocking hadir dalam seluruh kehidupan masyarakat, tindakan tersebut juga terlihat dalam bacaan kita. Kitab Yeremia 20:7-13 berisi mengenai keluh kesah nabi Yeremia akibat tekanan dalam jabatannya. Nabi Yeremia secara terang-terangan memperlihatkan complain-nya kepada Allah atas pekerjaannya. Nabi Yeremia merasa takhluk oleh bujukan Allah untuk menjadi seorang nabi untuk mewartakan kebenaran Allah. Pada dasarnya pekerjaan sebagai seorang nabi adalah baik, namun ketika nubuatan yang diwartakan berbeda dengan harapan umat, nabi kerap dihindari, disingkirkan, dilupakan, dan di dalamnya proses mocking hadir.

Berawal dari pewartaan nabi Yeremia mengenai malapetaka yang akan menimpa kota karena ketidaktaatan umat bagi Allah. Mereka keras kepala dan tidak mendengarkan perkataan-perkataan Allah (Yer. 19:15). Lalu, nabi Yeremia dipukul oleh Pasyhur bin Imer, imam yang menjabat kepada di rumah TUHAN. Kemudian, ia memasung nabi Yeremia di depan pintu gerbang Benyamin, yang ada di atas rumah TUHAN (Yer. 20:1-2).

Perlakuan tak baik dirasakan oleh nabi Yeremia hingga ia meratap kepada Allah. Pemimpin agama menyiksa, banyak orang berbisik, menertawakan,mengolok-olok (mocking) bahkan para sahabat mengintai keberadaannya. Keluh kesah nabi Yeremia memperlihatkan betapa besarnya penderitaan yang dialaminya. Nabi Yeremia mengalami tekanan fisik (pukulan) dan psikis (ejeken dan intaian).

Namun, yang menarik dari keluh kesah nabi Yeremia adalah adanya pengakuan mengenai ketidaksanggupannya berpaling dari pekerjaan yang telah diembankan kepadanya. Nabi Yeremia berkata: 'maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tatapi aku tidak sanggup.' Ada keinginan untuk melupakan Allah dan meninggalkan pekerjaannya, namun ada kekuatan dalam dirinya, hingga merasuk ke dalam tulang-tulangnya, yang membuat nabi Yeremia tak sanggup berpaling dari Allah.

Nabi Yeremia mengungkapkan sebuah kebenaran di tengah-tengah penderitaannya, bahwa Allah telah sungguh-sungguh menundukkannya ( seperti yang disebutkan dalam ayat 7 - 'Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku'). Nabi Yeremia berani mengungkapkan ( speak up! - ungkapan ) kebenaran yang sesungguhnya bahwa Allah yang menguasai hidupnya. Allah adalah sumber pengharapannya di tengah-tengah situasi yang tak aman dan nyaman.

III. APLIKASI 
Mocking, barangkali kita adalah korban atau pelakunya. Keduanya memiliki nilai-nilai negatif. Pelaku mengikis rasa kemanusian dalam dirinya, korban dapat meneruskan rantai mocking tersebut. Tampaknya, PERMATA GBKP perlu bijak untuk melihat keberadaan orang lain sebagai rekan hidup yang Allah berikan. Melalui orang lain, kebenaran Allah sedang dinyatakan sehingga mampu menahan keinginan untuk melakukan tindakan mocking. Dalam memperingati HUT PERMATA GBKP yang ke-71 tahun, PERMATA GBKP semakin mampu menjadi berkat, mampu menyuarakan suara kebenaran Allah, melakukan hal-hal yang berharga, menghargai orang lain, membuat orang lain merasa berharga karena PERMATA GBKP adalah orang yang berharga di mata Tuhan.


IV. BRAIN STORMING 
Pertanyaan dalam bentuk brain strorming: Apa sajakah yang berhubungan dengan mocking?
Catatan: Moderator atau pembawa PA PERMATA yang memandu Brain Storming. Dan dari gagasan-gagasan yang ada Moderator mengarahkannya untuk dirangkum oleh penyimpul / pendamping PA PERMATA ( boleh setelah selesai PA PERMATA ).

V. USULAN LAGU 
  1. Dalam Yesus Kita Bersaudara 
  2. Hari Ini Kurasa Bahagia          
  3. Mentega dan Roti                   
Pdt. Joice Ria Br. Sitepu

Brain storming adalah teknik kreativitas yang mengupayakan pencapaian sebuah penyelesaian dari suatu bahan percakapan dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota. Biasanya dilontarkan pada awal pertemuan untuk mengajak semua peserta untuk menyumbangkan gagasannya.


Belum ada Komentar untuk "Speak Up! - HUT Ke-71 Tahun Permata GBKP ( Bahan PA Permata 8 - 14 September 2019 )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel