Pemalas Dan Perempuan Jalang - Pendalaman Alkitab


Pendalaman Alkitab

Pokok Bahasan
Ayat Alkitab: Amsal 22:13-15
13. Si pemalas berkata: “Ada singa di luar,
aku akan dibunuh di tengah jalan.”
14. Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam;
orang yang dimurkai Tuhan akan terperosok ke dalamnya.
15. Kebodohan melekat pada hati orang muda,
tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
Pemalas dan perempuan jalang. Amsal-amsal berikut ini memberikan peringatan, khususnya kepada orang-orang muda tentang kemalasan, kebodohan, dan bahaya  perempuan jalang.

Pertama, sikap hidup pemalas. Banyak orang miskin menikmati keberadaannya dan berdalih membela kemalasannya. Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan (13). Ini alasan-alasan yang tidak masuk akal dari orang malas yang tidak mau bekerja. Beralasan takut bahaya, mereka tidak melakukan apa-apa dan hanya menunggu belas kasihan orang lain. Si miskin terjerat karena kemiskinan mentalnya sendiri, tak ada sedikit pun tekad merubah kemiskinannya.  

Matthew Henry mengatakan, "Dia berbicara tentang singa di luar, tetapi tidak memikirkan bahaya yang sesungguhnya yang sedang datang dari si setan, yaitu si singa yang mengaum-aum, yang berada di ranjangnya, dan bahaya akibat kemalasannya, yang akan membunuh dia." Si pemalas akan mencari dan menemukan bermacam-macam alasan untuk menghindari pekerjaannya. Inilah sikap pemalas yang harus dihindari oleh orang muda.

Kedua, mulut perempuan jalang. Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam (ay 14a; Ams 23:27). Orang muda diperingatkan akan bahaya kata-kata perempuan jalang. Siapa yang menyerahkan diri kepada dosa itu membuktikan bahwa ia ditinggalkan Tuhan, orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya (ay 14b).

Ketiga, kebodohan dan tongkat didikan. Kebodohan melekat pada hati orang muda (ay 15a). R. Laird Harris mengatakan, "Kebodohan di sini bukan sekadar 'akal pikiran bodoh atau olok-olok tolol', sehingga kita tidak boleh sembarangan mencambuk anak-anak kita. Ayat tersebut juga tidak mengatakan bahwa mereka 'secara moral tidak dewasa'; melainkan bahwa mereka adalah orang-orang berdosa dan perlu menerima hukuman."

Karena kebodohan ini, orang muda tidak dapat memilih jalannya sendiri, ia belum dapat membedakan yang benar dan salah. Akan tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya (ay 15b).

Risnawaty Sinulingga mengatakan, "Didikan yang dibutuhkan adalah didikan yang mendisiplin, kalau perlu disertai dengan hukuman badan. Didikan seperti ini akan menjauhkan kebodohan itu dari mereka." Kebodohan harus dipukul atau diusir dari anak-anak sehingga hikmat dapat dipelajari.

Aplikasi: Buanglah kebodohan dari hati anak-anak kita, dan didiklah mereka dalam jalan kebenaran dan takut akan Tuhan

Mutiara Kata Hari Ini
Orang lemah tidak akan pernah bisa mengampuni. Pengampunan adalah sifat dari orang kuat.
Mahatma Gandhi

HUMOR: SAMA DENGAN UMUR SAYA
Ini hari pertama Tukiyo masuk Taman Kanak-Kanak.
Bu Guru : Tukiyo, berapa umur kamu sekarang?
Tukiyo   :  Empat tahun Bu Guru.
Bu Guru : Kalau umur ayahmu berapa?
Tukiyo   : Sama dengan saya Bu Guru.
Bu guru  : Kok bisa sama dengan kamu?
Tukiyo    : lya Bu Guru, kan dia menjadi ayah saat aku lahir.




Belum ada Komentar untuk "Pemalas Dan Perempuan Jalang - Pendalaman Alkitab"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel